Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Mari Memperbaiki Diri

Gambar
Sejatinya manusia tidak pernah luput dari kekurangan, kesalahan, dan dosa. Tidak ada manusia yg sempurna, bahkan sebaik-baik manusia tetap memiliki titik lemah. Tetapi yg membedakan seorang mukmin dari orang yg lalai adalah adanya kesadaran utk memperbaiki diri, kembali ke jalan Allah, dan berusaha menjadi lebih baik setiap hari. “Innallāha lā yughayyiru mā biqaumin hattā yughayyirū mā bi’anfusihim” (QS Ar-Ra’d:11) (Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yg ada pd diri mereka sendiri). Ayat ini menunjukkan bahwa perubahan nasib tidak akan datang secara otomatis dari luar, melainkan harus dimulai dari perubahan diri sendiri. Bila kita ingin masyarakat yg damai, maka setiap individu harus berusaha menahan diri dari perbuatan yg merusak. Bila kita ingin bangsa yg kuat, maka kita harus membangunnya dari pribadi-pribadi yg berakhlak baik dan berintegritas. “Kullu bani Ādam khattā’, wa khairul khattā’īn at-tawwābūn.” ( Hadits sahih r...

KETIKA HATI BICARA

Gambar
Banyak keresahan sosial dalam masyarakat tidak semata-mata lahir dari kecemburuan terhadap kesuksesan orang lain, melainkan dari cara sebagian orang menampilkan keberhasilan mereka dengan cara yang tidak sensitif terhadap realitas sosial di sekitarnya. Dalam dunia yang penuh ketimpangan, pamer kekayaan, jabatan, atau popularitas bisa menjadi pemantik luka kolektif yang tersembunyi. Bukan karena orang-orang tidak ingin melihat orang lain berhasil, tetapi karena keberhasilan itu kerap ditunjukkan dengan cara yang mencolok, tidak empatik, dan seolah-olah melupakan bahwa tidak semua orang memiliki akses atau kesempatan yang sama. Di tengah kondisi sosial yang timpang, keberlimpahan yang dipertontonkan bisa terasa seperti ejekan terhadap mereka yang sedang berjuang dari hari ke hari. Karena itu, bersikap sederhana ketika memiliki kuasa, kekayaan, atau nama besar bukan hanya sebuah pilihan etis, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sesama. Kesederhanaan dalam keberlimpahan adalah bentuk ...

SEDERHANALAH

Gambar
Sederhana bukan berarti kekurangan. Ia adalah sikap sadar untuk tidak berlebihan, bahkan ketika ada kesempatan untuk bermewah-mewahan. Di tengah dunia yang semakin riuh oleh pameran gaya hidup, kesederhanaan menjadi bentuk ketegasan yang tenang. Ia tak berisik, tapi menggetarkan. Zaman ini seringkali menilai dari apa yang tampak. Kemewahan dianggap keberhasilan, kesederhanaan dianggap kegagalan. Maka tak heran, banyak orang sibuk membungkus diri dengan simbol: mobil mahal, pakaian bermerk, pesta besar, dan segala yang bisa diabadikan untuk mendapat pengakuan. Padahal, kehidupan tak selalu tentang apa yang terlihat. Di sisi lain, banyak yang sedang bertahan hidup. Membayar kebutuhan pokok pun berat. Ketika kesenjangan ini dipertontonkan tanpa rasa empati, luka sosial pun muncul. Rasa keadilan terusik bukan hanya oleh angka, tapi oleh sikap. Bukan soal kaya atau miskin, tapi soal tahu diri. Kesederhanaan bukan berarti tidak mampu. Justru butuh kekuatan untuk menahan diri saat bisa lebih....

Ilmu Seharusnya Membantumu Rendah Hati

Gambar
Di tengah laju zaman yang semakin cepat dan dunia yang semakin keras menilai segala sesuatu berdasarkan pencapaian, tidak jarang kita melihat ilmu berubah fungsi. Ia yang semula seharusnya menjadi jalan menuju kebijaksanaan dan pemahaman justru tergelincir menjadi alat pembuktian status, pelampiasan ego, bahkan pembenaran untuk merendahkan yang lain. Ilmu, dalam makna yang sejati, tidak pernah diturunkan untuk meninggikan manusia di hadapan sesamanya. Ia justru dititipkan agar manusia belajar melihat lebih luas, lebih dalam, dan lebih jujur akan posisinya di dunia. Bahwa sebesar dan setinggi apapun pengetahuan yang kita miliki, kita tetap makhluk yang terbatas—yang memahami hanya sebagian kecil dari kebenaran yang besar. Namun hari ini, kita menghadapi fenomena yang menyedihkan: orang yang baru tahu sedikit merasa berhak menggurui; yang baru membaca satu dua buku merasa paling paham; yang baru menempuh sedikit pendidikan merasa sudah layak menghakimi. Ilmu tidak lagi merendahkan hati...

Memahami Takdir dengan Bijak

Gambar
Takdir adalah ketentuan Sang Pencipta yang berlaku atas setiap makhluk. Ada hal-hal yang sepenuhnya berada di luar kendali manusia, seperti kelahiran, jenis kelamin, dan kematian. Semua itu mesti diterima dengan lapang hati, karena penolakan hanya akan melahirkan kecewa. Namun, ada pula ruang ikhtiar, di mana manusia diberi akal dan kehendak untuk memilih jalan hidupnya, seperti belajar atau malas, berbuat baik atau melakukan keburukan. Pemahaman ini akan melahirkan keseimbangan. Manusia tetap berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi hatinya tenang bila hasil tidak sesuai harapan. Keberhasilan tidak menjadikannya sombong, dan kegagalan pun tidak menjerumuskannya pada putus asa. Sebab, di balik setiap peristiwa selalu tersimpan hikmah yang mengajarkan kebijaksanaan. Hidup sejatinya adalah perjalanan antara ikhtiar dan ketentuan. Maka, jalan terbaik bagi seseorang adalah berusaha sekuat tenaga, lalu berusahalah menerima takdir.

MERASA PINTAR?

Gambar
  Empat Golongan Manusia Menurut Imam al-Ghazali Orang yang tahu, dan ia sadar bahwa ia tahu. → Inilah alim sejati, sumber teladan. Orang yang tahu, tapi ia tidak sadar bahwa ia tahu. → Ia punya ilmu, tapi belum mampu memanfaatkannya. Orang yang tidak tahu, tapi ia sadar bahwa ia tidak tahu. → Masih ada harapan, sebab ia mau belajar. Orang yang tidak tahu, dan ia tidak sadar bahwa ia tidak tahu. → Inilah yang paling berbahaya: bodoh tapi merasa pintar. Orang Bodoh yang Merasa Pintar 😀 Golongan terakhir menurut Imam al-Ghazali adalah manusia yang berada dalam kondisi paling buruk. Ia tidak memiliki ilmu, tetapi seakan-akan merasa memiliki. Ia tidak tahu hakikat, tetapi percaya diri menampilkannya. Dalam istilah al-Ghazali, mereka adalah al-jahil al-murakkab (bodoh yang berlapis), berbeda dengan al-jahil al-basit (bodoh sederhana). Bodoh sederhana (jahil basit): seseorang tidak tahu, tapi ia tahu dirinya tidak tahu. Ia masih bisa diselamatkan dengan bimbinga...

Percaya Diri, Bukan Sombong

Gambar
Percaya diri merupakan modal penting dalam kehidupan. Seseorang yg memiliki rasa percaya diri biasanya mampu menghadapi tantangan dg tenang, berbicara jelas, serta berani mengambil keputusan. Namun, sering kali sikap ini disalahpahami sebagai kesombongan oleh sumbu pendek. Padahal, perbedaan antara keduanya cukup jelas. Percaya diri lahir dari kesadaran akan potensi dan keterbatasan diri, sedangkan sombong muncul dari keinginan utk merasa lebih unggul dibanding orang lain. Orang yg percaya diri tetap bersikap rendah hati, menghargai pendapat, serta terbuka terhadap kritik. Sementara itu, orang sombong cenderung meremehkan, enggan mendengarkan, dan sulit menerima kekurangan. Kunci agar tidak terlihat sombong adalah menjaga keseimbangan antara keyakinan dan kerendahan hati. Tunjukkan kemampuan seperlunya, jangan berlebihan, dan gunakan kelebihan diri utk memberi manfaat. Dengan begitu, kepercayaan diri akan menjadi energi positif yg tidak hanya mengangkat diri sendiri, tetapi juga memb...

Syukur Sabar Ikhlas

Gambar
  Hidup ini adalah perjalanan penuh ujian. Tak ada manusia yang terlepas dari cobaan, dan tak ada satu pun nikmat yang kita miliki kecuali datang dari Allah. Dalam menghadapi kehidupan ini, ada tiga kunci utama yang harus tertanam dalam hati seorang mukmin: syukur , sabar , dan ikhlas . Tiga kata yang sederhana diucapkan, tapi berat diamalkan. Namun ketiganya adalah tiang-tiang yang menopang keimanan kita. Barang siapa yang mampu bersyukur dalam nikmat, bersabar dalam ujian, dan ikhlas dalam amal, maka ia telah menemukan jalan keselamatan di dunia dan akhirat. Allah ﷻ berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 7: وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu kufur (mengingkari nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." Lihatlah, betapa besar pengaruh syukur. Ia bukan hanya menjaga nikmat, tapi menjadi se...

Manfaatkan Usia

Gambar
  Usia yang kita miliki adalah nikmat yang sangat besar dari Allah. Namun, usia juga adalah amanah dan tanggung jawab yang akan dipertanyakan kelak di hari kiamat. Setiap detik, menit, dan jam yang kita lewati bukan hanya waktu yang berjalan, tetapi juga catatan amal yang terus bertambah, catatan amal yang entah itu baik ataupun buruk. أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ “Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian secara main-main (sia-sia), dan bahwa kepada Kami kalian tidak akan dikembalikan?” (QS. Al-Mu’minun: 115) Ayat ini adalah teguran langsung dari Allah kepada manusia yang hidup tanpa tujuan, yang menghabiskan umurnya tanpa ibadah, tanpa amal salih, tanpa pengabdian kepada Rabb-nya. Padahal kehidupan dunia adalah kesempatan satu-satunya untuk mengumpulkan bekal menuju akhirat. Masing-masing kita diberi jatah umur oleh Allah yang tidak sama. Ada yang wafat di usia muda, ada pula yang mencapai usia lanjut. Namu...

Keseimbangan Dunia dan Akhirat

Gambar
  Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan kita nikmat kehidupan, nikmat iman, dan nikmat Islam. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umat Islam yang istiqamah dalam mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman. Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kita sering kali dihadapkan pada dua arus besar: kecenderungan untuk mengejar dunia secara berlebihan atau sebaliknya, mengabaikannya dengan dalih ingin fokus pada akhirat. Islam sebagai agama yang sempurna telah mengajarkan kepada kita untuk menyeimbangkan antara dua aspek ini. Dunia dan akhirat bukanlah dua kutub yang harus dipertentangkan, melainkan dua sisi kehidupan yang harus dijalani dengan harmoni. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Qashash ayat 77: "وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَن...

Berbarlah...

Gambar
  Alhamdulillāh , segala puji hanya milik Allah Subhānahu wa Ta'ālā. Dia yang menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji siapa di antara kita yang paling baik amalnya. Dia yang membolak-balikkan keadaan manusia: hari ini tertawa, esok bisa menangis; hari ini lapang, esok bisa sempit; hari ini sehat, esok bisa sakit. Namun di balik semua itu, terdapat hikmah besar yang hanya bisa diraih oleh mereka yang bersabar. Mari kita merenung sejenak tentang hakikat hidup kita di dunia ini. Sesungguhnya hidup ini adalah ujian . Ujian yang datang silih berganti, terkadang dalam bentuk nikmat, dan terkadang dalam bentuk musibah. Ketahuilah bahwa ujian bukan hanya dalam penderitaan, tapi juga dalam kesenangan. Allah Ta'ālā berfirman dalam Surah Al-Anbiyā’ ayat 35: كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan....

Manipulasi

Gambar
  Tak semua yang tampak berjasa benar-benar membawa kebaikan. Ada kalanya seseorang dipuja karena citranya, sementara di balik itu, dialah akar dari malapetaka. Dengan kepiawaian merangkai kata dan membangun kesan, ia menjadikan dirinya sosok yang layak dipuji, padahal jejak langkahnya dipenuhi luka yang ia tinggalkan bagi orang lain. Keberhasilannya bukan karena kebajikan, melainkan manipulasi yang lihai. Banyak yang tertipu lalu menyanjungnya, namun mereka yang merasakan dampaknya tahu kenyataan yang sesungguhnya. Keadilan mungkin tertunda, tapi waktu tak pernah lalai mencatat. Cepat atau lambat, topeng yang dikenakan akan luruh, dan kebenaran pun akan terungkap.

Penilaian Sejati

Gambar
Jangan hanya membangun citra hingga lupa bahwa penilaian sejati bukan datang dari pandangan manusia, melainkan dari kejujuran hati dan kebaikan yang tak butuh panggung untuk diakui.

Quotes Hari Ini

Gambar
  Orang yang benar-benar tulus akan tetap ada, bahkan saat kita tampak tak berdaya. Sementara mereka yang hanya mencari keuntungan akan pergi ketika tak lagi mendapat apa yang mereka inginkan. Maka, jangan terburu-buru menilai seseorang dari kata-katanya, tetapi perhatikan bagaimana ia bersikap saat tidak ada yang bisa ia ambil darimu. Maka kita kadang perlu berpura-pura bodoh agar bisa melihat siapa yang ingin memanfaatkan, serta siapa yang tetap menghormati dan menghargai. Karena di dunia ini, banyak yang hanya baik saat ada kepentingan, ramah saat butuh sesuatu, dan menghilang saat tak lagi mendapat manfaat.

Manfaatkan Umur

Gambar
  Kita perlu menyadari bahwa waktu ini terus berlalu dan tidak akan pernah kembali. Pada kesempatan yang sama, sebetulnya porsi usia kita makin berkurang. Itulah sebabnya penting sekali memanfaatkan waktu sebaik mungkin, dengan berikhtiar mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. Iman dan takwa adalah sebagai bekal terbaik kita di dunia ini sebelum harus kembali kepada Sang Khaliq.  Waktu terus mengalir, umur terus berkurang. Melewatinya secara sia-sia tak akan dapat terlunasi selamanya. Hari Jumat barangkali akan datang lagi pada pekan-pekan berikutnya, namun Jumat hari ini dan yang sudah lewat tak akan pernah terulang kembali. Itulah mengapa waktu diibaratkan seperti pedang; bila tak pandai menggunakannya ia akan melukai pemiliknya. Menyadari tentang waktu yang tak akan pernah berulang, maka tidak ada pilihan lain kecuali mengisinya dengan segala hal yang bermanfaat. Hidup ini sejatinya hanya menunggu waktu, sementara kita tidak pernah tahu kapan waktu itu aka...

Memperbaiki Diri

Gambar
            Marilah kita introspeksi diri kita masing-masing apakah waktu yang lalu kita lalui dengan penuh kebaikan, peningkatan ketakwaan serta amal ibadah. Apakah di tahun yang lalu hubungan kita dengan orang-orang sekitar kita semakin masih baik sebaliknya. Begitu pun hubungan kita dengan Allah SWT. Apakah kita semakin baik dalam beragama atau sebaliknya. Begitu pun dengan ragam amal ibadah yang kita lakukan, apakah sudah kita memperbaikinya? apakah diri kita tergerak karena mengejar rida Allah? Atau sejauh ini karena hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Sebagai seorang muslim kita mesti memperhatikan perbuatan yang kita lakukan sebab di akhirat nanti akan dipertanggungjawabkan. Jangan sampai kita lalai dan lupa bahwa setelah kehidupan dunia ada kehidupan akhirat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al-Quran surah al-Hasyr ayat 18: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا ال...

Renungan Awal Tahun 2025

Gambar
  Puji syukur kita haturkan kepada Allah swt.. Shalawat dan salam, kita haturkan kepada Nabi Besar Muhammad saw, juga kepada para sahabatnya, pengikutnya, dan semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti. Amin ya rabbal alamin. Allah swt memerintahkan kita untuk meningkatkan ketakwaan kepada-Nya. Hal itu harus kita persiapkan secara dini. Terlebih, saat ini kita baru saja memasuki tahun baru 2025. Banyak peristiwa yang telah kita lalui sepanjang tahun 2024 lalu tentunya. Ada rasa sedih, mungkin di antara kita, ada yang ditinggal orang-orang terkasihnya. Ada rasa senang dan bahagia karena cita-cita dan harapannya tercapai di tahun lalu. Ada pula yang kecewa karena banyak momen yang terlewatkan, tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Kita juga perlu mengevaluasi atas ibadah yang telah kita jalani selama tahun 2024. Mana yang sudah cukup baik dan perlu dipertahankan, syukur-syukur ditingkatkan. Ibadah apa pula yang masih sangat kurang dan harus diperbaiki di...