Manfaatkan Usia

 


Usia yang kita miliki adalah nikmat yang sangat besar dari Allah. Namun, usia juga adalah amanah dan tanggung jawab yang akan dipertanyakan kelak di hari kiamat. Setiap detik, menit, dan jam yang kita lewati bukan hanya waktu yang berjalan, tetapi juga catatan amal yang terus bertambah, catatan amal yang entah itu baik ataupun buruk.

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

“Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian secara main-main (sia-sia), dan bahwa kepada Kami kalian tidak akan dikembalikan?” (QS. Al-Mu’minun: 115)

Ayat ini adalah teguran langsung dari Allah kepada manusia yang hidup tanpa tujuan, yang menghabiskan umurnya tanpa ibadah, tanpa amal salih, tanpa pengabdian kepada Rabb-nya. Padahal kehidupan dunia adalah kesempatan satu-satunya untuk mengumpulkan bekal menuju akhirat.

Masing-masing kita diberi jatah umur oleh Allah yang tidak sama. Ada yang wafat di usia muda, ada pula yang mencapai usia lanjut. Namun, satu hal yang pasti: usia itu terbatas, dan ujungnya adalah kematian.

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ

"Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya bagaimana ia mengamalkannya, tentang hartanya dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan, dan tentang tubuhnya untuk apa digunakan." (HR. At-Tirmidzi)

Perhatikan, yang pertama kali disebut oleh Rasulullah adalah umur, karena umur adalah modal dasar kehidupan. Umur adalah waktu. Dan waktu adalah kehidupan. Maka siapa yang menyia-nyiakan waktunya, berarti ia telah menyia-nyiakan hidupnya.

Kita semua sadar bahwa waktu berjalan sangat cepat. Yang dulu masih anak-anak, sekarang telah menjadi orang tua. Yang dulu kuat dan sehat, kini mulai melemah dan renta. Rambut mulai memutih, tenaga mulai berkurang, dan penyakit mulai datang silih berganti. Semua itu adalah isyarat dari Allah bahwa waktu kita di dunia ini tidak lama.

Oleh karena itu, mari kita manfaatkan sisa usia kita untuk berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya. Jangan menunda-nunda. Jangan menunggu waktu luang atau menunggu tua. Karena ajal tidak menunggu seseorang menjadi tua. Kematian bisa datang kapan saja.

Mari kita perbanyak ibadah kepada Allah, menegakkan shalat, membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, memperbanyak istighfar dan zikir. Jadikan usia kita bernilai di sisi Allah dengan beramal salih, bersedekah, menolong sesama, menuntut ilmu, mendidik anak-anak dalam Islam, dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi umat.

Jangan habiskan usia kita hanya untuk mengejar dunia yang sementara. Jangan sampai kita termasuk orang yang menyesal kelak di akhirat karena lalai dalam memanfaatkan umur. Allah menggambarkan penyesalan orang-orang yang lalai dalam Surah Al-Munafiqun ayat 10:

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ

“Wahai Tuhanku, alangkah baiknya jika Engkau menangguhkan (ajal)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10)

Namun, penyesalan saat itu tidak akan berguna. Kesempatan untuk berbuat telah habis. Maka gunakan kesempatan yang ada sekarang. Jangan tunggu esok, karena belum tentu kita sampai ke hari esok.

Ingatlah bahwa orang yang paling cerdas menurut Nabi ﷺ adalah orang yang banyak mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelahnya. Maka mari kita jadikan usia kita sebagai ladang amal, bukan ladang maksiat. Jadikan sisa umur kita sebagai bekal menuju ridha Allah dan surga-Nya.

Bagi yang masih muda, gunakan masa muda untuk menuntut ilmu, berbakti kepada orang tua, menjauhi maksiat, dan menanamkan kebiasaan ibadah. Bagi yang sudah dewasa, gunakan kekuatan dan kemampuan yang ada untuk membangun keluarga yang taat, bekerja yang halal dan jujur, serta memberi manfaat bagi masyarakat. Dan bagi yang sudah lanjut usia, jangan putus asa. Justru inilah waktu untuk memperbanyak ibadah, mendekat kepada Allah, dan meninggalkan dunia dalam keadaan husnul khatimah.

Sesungguhnya hidup ini bukan untuk bermain-main. Kita diciptakan untuk ibadah. Umur adalah ladang ujian. Siapa yang memanfaatkannya untuk taat, maka ia beruntung. Siapa yang menghabiskannya dalam kelalaian, maka ia merugi.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Percaya Diri, Bukan Sombong

Memahami Takdir dengan Bijak

Syukur Sabar Ikhlas