Mari Memperbaiki Diri
Sejatinya manusia tidak pernah luput dari kekurangan, kesalahan, dan dosa. Tidak ada manusia yg sempurna, bahkan sebaik-baik manusia tetap memiliki titik lemah. Tetapi yg membedakan seorang mukmin dari orang yg lalai adalah adanya kesadaran utk memperbaiki diri, kembali ke jalan Allah, dan berusaha menjadi lebih baik setiap hari. “Innallāha lā yughayyiru mā biqaumin hattā yughayyirū mā bi’anfusihim” (QS Ar-Ra’d:11) (Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yg ada pd diri mereka sendiri). Ayat ini menunjukkan bahwa perubahan nasib tidak akan datang secara otomatis dari luar, melainkan harus dimulai dari perubahan diri sendiri. Bila kita ingin masyarakat yg damai, maka setiap individu harus berusaha menahan diri dari perbuatan yg merusak. Bila kita ingin bangsa yg kuat, maka kita harus membangunnya dari pribadi-pribadi yg berakhlak baik dan berintegritas. “Kullu bani Ādam khattā’, wa khairul khattā’īn at-tawwābūn.” ( Hadits sahih r...