Sabtu, 03 Desember 2016

PENDEKATAN PAKEM


PENDEKATAN PAKEM

Oleh: Syamsul Rijal, S.Pd.I
(Guru SDN 203 Bongka Manu Desa Solo Kec. Angkona Kab. Luwu Timur)



A. Pendahuluan
Memberi kecakapan dan pengetahuan kepada siswa merupakan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah dengan menggunakan metode-metode tertentu. Winarno Surakhmad menegaskan bahwa metode pengajaran adalah cara-cara pelaksanaan pada proses pengajaran, atau soal bagaimana tekniknya sesuatu bahan pelajaran diberikan kepada siswa di sekolah.



Menurut penulis, salah satu problem yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah masih rendahnya mutu pendidikan bila dibandingkan dengan negara-negara lain, khususnya negara-negara Barat. Indikasinya adalah bahwa sistem pendidikan di Indonesia yang telah dibangun dewasa ini belum mampu menjawab kebutuhan dan tantangan nasional dan global dewasa ini. Sementara itu, kualitas pendidikan masih jauh dari yang diharapkan.



B. Pendekatan PAKEM
PAKEM merupakan kependekan dari Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan. Suprihatin (2001:20) mengemukakan Pendekatan PAKEM adalah salah satu pendekatan belajar-mengajar yang menuntut keaktifan dan partisipasi subjek didik seoptimal mungkin, sehingga siswa mampu mengubah tingkah lakunya secara efektif dan efesien tanpa tekanan dari pihak manapun.



Mohamad Ali (1988:15) mengemukakan PAKEM adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh guru yang dimiliki dengan perencanaan pengajaran, pelaksanaan proses belajar-mengajar, dan diakhiri dengan penilaian hasil belajar yang pada praktiknya mencerminkan keaktifan maksimum bagi siswa dalam belajar sehingga menguasai berbagai keterampilan belajar secara menyenangkan.



Selain itu, Agriawan (2001:17) mengemukakan bahwa Pendekatan PAKEM yaitu pendekatan yang mengoptimalkan potensi siswa dan guru secara aktif dan kreatif sehingga memiliki berbagai keterampilan dalam belajar dengan tanpa terpaksa untuk melakukannya.



Dari ketiga pengertian di atas, maka penulis memberikan kesimpulan bahwa pada hakikatnya PAKEM berusaha menciptakan interaksi secara optimal antara semua komponen pembelajaran, sehingga siswa dan guru aktif berperan secara kreatif yang menghasilkan tujuan belajar secara efektif tanpa merasa terbebani oleh berbagai kegiatan dalam proses belajar-mengajar.



Di Sekolah Dasar, pendekatan dalam pembelajaran yang juga dianggap relevan untuk menjawab tuntutan zaman adalah pendekatan PAKEM. Dikatakan demikian karena pendekatan tersebut dapat mengakomodasi tuntutan perkembangan seluruh aspek dalam diri anak, baik dari kognitif, afektif maupun psikomotor. PAKEM merupakan konsep belajar aktif yang merupakan ramuan antara belajar aktif dan belajar menyenangkan (aktive learning and joyfull learning). Pendekatan ini berupaya memposisikan siswa sebagai orang yang belajar dan guru sebagai fasilitator. Metode-metode yang berpusat pada guru harus ditinggalkan dan perubahan perilaku guru dari mengajar ke membelajarkan harus diusahakan.



PAKEM memiliki pengertian sebagai berikut:
Aktif bagi guru: upaya mengaktifkan diri dalam memantau kegiatan belajar siswa, memberi umpan balik, mengajukan pertanyaan yang menantang siswa, mempertanyakan gagasan siswa, Aktif bagi siswa: dimaksudkan sebagai kegiatan siswa terlibat aktif dalam mengemukakan pertanyaan, mengemukakan gagasan, mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya. Kreatif bagi guru adalah sebagai upaya guru dalam mengembangkan kegiatan beragam dan membuat alat bantu belajar secara sederhana, Kreatif bagi siswa artinya siswa kreatif merancang, membuat sesuatu melaporkan dan sebagainya. Efektif bagi guru diartikan sebagai pencapaian hasil yang telah dirumuskan oleh guru, Efektif dari segi siswa dimaksudkan bahwa siswa memiliki berbagai keterampilan yang diperlukan.. Menyenangkan diartikan sebagai upaya guru membuat anak tidak takut salah, tidak takut ditertawakan, tidak takut dianggap sepele, mengkondisikan anak asyik belajar. SedangkanMenyenangkan dari segi siswa maksudnya anak berani mencoba, berani bertanya, berani mengemukakan gagasan, berani mempertanyakan gagasan orang lain, senang dalam melakukan kegiatan sehingga terdorong untuk belajar terus.



PAKEM sesungguhnya lahir dari suatu kenyataan yang kurang menggembirakan dalam pengajaran. Kenyataan tersebut jika dikaitkan dengan hakikat belajar, yakni yang menghendaki perubahan antara lain: pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek lain pada individu yang belajar, maka hal tersebut sangat sulit dicapai jika belajar mengajar hanya mengandalkan metode ceramah. Oleh karena itu metodologi pengajaran “Duduk, Dengar, Catat, dan Hafal (DDCH)” yang berkembang selama ini tidak mungkin dipertahankan lagi karena dipandang kaku dan tidak konstruktif.



C. Penutup
Pendekatan PAKEM mengetengahkan prinsip-prinsip proses belajar-mengajar yang pada intinya bertujuan untuk meningkatkan prestasi siswa. PAKEM juga merupakan suatu pendekatan pengajaran yang diibaratkan bahwa anak bukan saatnya diberi ikan untuk dimakan. Konsep demikian diharapkan dapat menciptakan luaran peserta didik yang lebih kreatif, kritis, dan mandiri, tidak mempunyai ketergantungan yang besar terhadap orang lain karena seringnya disuguhi bahan jadi. Dengan PAKEM, siswa diharapkan mengolah konsep mentah menjadi konsep jadi.



DAFTAR PUSTAKA
Agriawan, 2001. Belajar yang Menyenangkan Sebuah Prosedur. Gema Media. Jakarta.
Ali, Mohammad, 1988. Konsep dan Penerapan CBSA dalam Pengajaran. Bandung: P.T. Sarana Panca Karya.
Republik Indonesia, Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bandung: Fokusmedia, 2003.
Surachmad, Winarno, Metodologi Pengajaran Nasional, Jilid I, BAndung: CV. Jemmars, 1961.
Suprihatin, 2001. Belajar yang Efektif. Analisa: Jogjakarta.
Tim MBS Unesco-Unicef. 2003, Menciptakan Masyarakat Peduli Pendidikan (Paket Pelatihan). Jakarta: Perwakilan Unesco –Unicef.



(Telah dipublikasi pada: GEMA SUARA GURU, Media Pendidikan Lintas Daerah, Edisi 91, Tahun ke-9, Juli 2015, halaman 18)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar