Postingan

Gambar
Suatu hari ada dua orang ibu yang memperebutkan bayi karena salah satu bayi mereka dimakan serigala. Mereka lantas mengadukan perkara ini kepada hakim.  Sang hakim bertanya kepada mereka, apakah masing-masing meyakini bahwa ini adalah bayi kalian? Betul, jawab mereka.  Kemudian sang hakim mengambil pisau tajam untuk membelah bayi itu jadi dua. Sontak ibu yang lebih muda berteriak keras, “Jangan, jangan lakukan itu! Itu bayinya dia!” Sementara ibu yang lebih tua hanya diam.  Akhirnya, ibu yang lebih muda merelakan bayi itu diberikan kepada ibu yang lebih tua daripada harus menyaksikan bayi tersebut mati dibelah dua. ***  Sahabat, jika Anda yang menjadi hakimnya, siapakah sebenarnya yang memiliki bayi tersebut?

Ilusi

Kehidupan yang kita rasakan atau jalani ini hanyalah respon yang diciptakan oleh sinyal2 yang diterima oleh otak kita melalui panca indra. Sehingga persepsi yang terbangun hanyalah ilusi. Artinya juga bahwa pengalaman hidup ini hanya ilusi. Benarkah?

Persepsi Otak

  Selama kita melihat cahaya lilin misalnya, bagian dalam otak kita sama sekali gelap. Cahaya lilin tidak pernah menerangi otak maupun pusat penglihatan kita, melainkan hanyalah sinyal2 listrik di otak. Namun nyatanya kita dapat melihat dunia yang berwarna warni di dalam otak kita yang gelap. Padahal otak kita sepanjang hidup tidak berhubungan secara langsung dengan materi sesungguhnya yang ada di luar kita. Lalu, seperti apa sebenarnya dunia di luar otak itu?

Kehendak Bebas

  Manakah yang benar. (A) Tuhan mengendalikan segala sesuatu secara mutlak atau (B) Manusia memiliki kehendak bebas. Jika pernyataan A benar pasti pernyataan B tidak benar, dan kalau pernyataan B benar maka pasti bukan pernyataan A yang benar. Jika Tuhan mengendalikan segala sesuatu secara mutlak maka manusia tidak memiliki andil sedikit pun dalam menentukan pilihannya. Sebaliknya, jika manusia memiliki kehendak bebas pasti Tuhan tidak mengendalikan segala peristiwa secara mutlak karena Tuhan harus berbagi kekuasaan dengan manusia yang memiliki kehendak bebas untuk membuat pilihan.

Mengapa Kita Ada

  Ini bukanlah pertanyaan2 yang baru. Bahkan di dalam benak orang2 yang tidak biasa berpikir banyak pun, pertanyaan2 seperti ini tetap muncul saat mereka menyempatkan diri untuk berdiam dan membiarkan hati mereka berbicara. Mengapa saya ada? Apa sebenarnya tujuan keberadaan kita di dunia ini? Mengapa saya ada dan hidup? Apakah artinya hidup ini? Apakah tujuan hidup ini? Adakah makna dalam hidup dan tujuannya?

Dunia Ilusi

  Setiap benda padat terdiri dari molekul2, dan molekul2 itu terdiri dari atom atom. Seluruh dunia fisik di mana kita berada termasuk diri kita sendiri adalah terdiri dari bukan apa apa kecuali energi yang bergetar. Fenomena ini mencipatakan sebuah illusi yang membuat persepsi yang seolah olah benda padat itu merupakan kenyataan, padahal sebenarnya bukan. Jadi, materi fisik yang kita anggap ini sebenarnya hanya ilusi.

Tanya segalanya

  Dari mana semua Ini berawal dan mengapa semua bisa begini? Pertanyaan2 ini menjadi sangat menarik, karena esensi kehidupan itu bagi saya adalah mempertanyakan segala hal.