Postingan

Mari Memperbaiki Diri

Gambar
Sejatinya manusia tidak pernah luput dari kekurangan, kesalahan, dan dosa. Tidak ada manusia yg sempurna, bahkan sebaik-baik manusia tetap memiliki titik lemah. Tetapi yg membedakan seorang mukmin dari orang yg lalai adalah adanya kesadaran utk memperbaiki diri, kembali ke jalan Allah, dan berusaha menjadi lebih baik setiap hari. “Innallāha lā yughayyiru mā biqaumin hattā yughayyirū mā bi’anfusihim” (QS Ar-Ra’d:11) (Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yg ada pd diri mereka sendiri). Ayat ini menunjukkan bahwa perubahan nasib tidak akan datang secara otomatis dari luar, melainkan harus dimulai dari perubahan diri sendiri. Bila kita ingin masyarakat yg damai, maka setiap individu harus berusaha menahan diri dari perbuatan yg merusak. Bila kita ingin bangsa yg kuat, maka kita harus membangunnya dari pribadi-pribadi yg berakhlak baik dan berintegritas. “Kullu bani Ādam khattā’, wa khairul khattā’īn at-tawwābūn.” ( Hadits sahih r...

KETIKA HATI BICARA

Gambar
Banyak keresahan sosial dalam masyarakat tidak semata-mata lahir dari kecemburuan terhadap kesuksesan orang lain, melainkan dari cara sebagian orang menampilkan keberhasilan mereka dengan cara yang tidak sensitif terhadap realitas sosial di sekitarnya. Dalam dunia yang penuh ketimpangan, pamer kekayaan, jabatan, atau popularitas bisa menjadi pemantik luka kolektif yang tersembunyi. Bukan karena orang-orang tidak ingin melihat orang lain berhasil, tetapi karena keberhasilan itu kerap ditunjukkan dengan cara yang mencolok, tidak empatik, dan seolah-olah melupakan bahwa tidak semua orang memiliki akses atau kesempatan yang sama. Di tengah kondisi sosial yang timpang, keberlimpahan yang dipertontonkan bisa terasa seperti ejekan terhadap mereka yang sedang berjuang dari hari ke hari. Karena itu, bersikap sederhana ketika memiliki kuasa, kekayaan, atau nama besar bukan hanya sebuah pilihan etis, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sesama. Kesederhanaan dalam keberlimpahan adalah bentuk ...

SEDERHANALAH

Gambar
Sederhana bukan berarti kekurangan. Ia adalah sikap sadar untuk tidak berlebihan, bahkan ketika ada kesempatan untuk bermewah-mewahan. Di tengah dunia yang semakin riuh oleh pameran gaya hidup, kesederhanaan menjadi bentuk ketegasan yang tenang. Ia tak berisik, tapi menggetarkan. Zaman ini seringkali menilai dari apa yang tampak. Kemewahan dianggap keberhasilan, kesederhanaan dianggap kegagalan. Maka tak heran, banyak orang sibuk membungkus diri dengan simbol: mobil mahal, pakaian bermerk, pesta besar, dan segala yang bisa diabadikan untuk mendapat pengakuan. Padahal, kehidupan tak selalu tentang apa yang terlihat. Di sisi lain, banyak yang sedang bertahan hidup. Membayar kebutuhan pokok pun berat. Ketika kesenjangan ini dipertontonkan tanpa rasa empati, luka sosial pun muncul. Rasa keadilan terusik bukan hanya oleh angka, tapi oleh sikap. Bukan soal kaya atau miskin, tapi soal tahu diri. Kesederhanaan bukan berarti tidak mampu. Justru butuh kekuatan untuk menahan diri saat bisa lebih....

Ilmu Seharusnya Membantumu Rendah Hati

Gambar
Di tengah laju zaman yang semakin cepat dan dunia yang semakin keras menilai segala sesuatu berdasarkan pencapaian, tidak jarang kita melihat ilmu berubah fungsi. Ia yang semula seharusnya menjadi jalan menuju kebijaksanaan dan pemahaman justru tergelincir menjadi alat pembuktian status, pelampiasan ego, bahkan pembenaran untuk merendahkan yang lain. Ilmu, dalam makna yang sejati, tidak pernah diturunkan untuk meninggikan manusia di hadapan sesamanya. Ia justru dititipkan agar manusia belajar melihat lebih luas, lebih dalam, dan lebih jujur akan posisinya di dunia. Bahwa sebesar dan setinggi apapun pengetahuan yang kita miliki, kita tetap makhluk yang terbatas—yang memahami hanya sebagian kecil dari kebenaran yang besar. Namun hari ini, kita menghadapi fenomena yang menyedihkan: orang yang baru tahu sedikit merasa berhak menggurui; yang baru membaca satu dua buku merasa paling paham; yang baru menempuh sedikit pendidikan merasa sudah layak menghakimi. Ilmu tidak lagi merendahkan hati...

Memahami Takdir dengan Bijak

Gambar
Takdir adalah ketentuan Sang Pencipta yang berlaku atas setiap makhluk. Ada hal-hal yang sepenuhnya berada di luar kendali manusia, seperti kelahiran, jenis kelamin, dan kematian. Semua itu mesti diterima dengan lapang hati, karena penolakan hanya akan melahirkan kecewa. Namun, ada pula ruang ikhtiar, di mana manusia diberi akal dan kehendak untuk memilih jalan hidupnya, seperti belajar atau malas, berbuat baik atau melakukan keburukan. Pemahaman ini akan melahirkan keseimbangan. Manusia tetap berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi hatinya tenang bila hasil tidak sesuai harapan. Keberhasilan tidak menjadikannya sombong, dan kegagalan pun tidak menjerumuskannya pada putus asa. Sebab, di balik setiap peristiwa selalu tersimpan hikmah yang mengajarkan kebijaksanaan. Hidup sejatinya adalah perjalanan antara ikhtiar dan ketentuan. Maka, jalan terbaik bagi seseorang adalah berusaha sekuat tenaga, lalu berusahalah menerima takdir.

MERASA PINTAR?

Gambar
  Empat Golongan Manusia Menurut Imam al-Ghazali Orang yang tahu, dan ia sadar bahwa ia tahu. → Inilah alim sejati, sumber teladan. Orang yang tahu, tapi ia tidak sadar bahwa ia tahu. → Ia punya ilmu, tapi belum mampu memanfaatkannya. Orang yang tidak tahu, tapi ia sadar bahwa ia tidak tahu. → Masih ada harapan, sebab ia mau belajar. Orang yang tidak tahu, dan ia tidak sadar bahwa ia tidak tahu. → Inilah yang paling berbahaya: bodoh tapi merasa pintar. Orang Bodoh yang Merasa Pintar 😀 Golongan terakhir menurut Imam al-Ghazali adalah manusia yang berada dalam kondisi paling buruk. Ia tidak memiliki ilmu, tetapi seakan-akan merasa memiliki. Ia tidak tahu hakikat, tetapi percaya diri menampilkannya. Dalam istilah al-Ghazali, mereka adalah al-jahil al-murakkab (bodoh yang berlapis), berbeda dengan al-jahil al-basit (bodoh sederhana). Bodoh sederhana (jahil basit): seseorang tidak tahu, tapi ia tahu dirinya tidak tahu. Ia masih bisa diselamatkan dengan bimbinga...

Percaya Diri, Bukan Sombong

Gambar
Percaya diri merupakan modal penting dalam kehidupan. Seseorang yg memiliki rasa percaya diri biasanya mampu menghadapi tantangan dg tenang, berbicara jelas, serta berani mengambil keputusan. Namun, sering kali sikap ini disalahpahami sebagai kesombongan oleh sumbu pendek. Padahal, perbedaan antara keduanya cukup jelas. Percaya diri lahir dari kesadaran akan potensi dan keterbatasan diri, sedangkan sombong muncul dari keinginan utk merasa lebih unggul dibanding orang lain. Orang yg percaya diri tetap bersikap rendah hati, menghargai pendapat, serta terbuka terhadap kritik. Sementara itu, orang sombong cenderung meremehkan, enggan mendengarkan, dan sulit menerima kekurangan. Kunci agar tidak terlihat sombong adalah menjaga keseimbangan antara keyakinan dan kerendahan hati. Tunjukkan kemampuan seperlunya, jangan berlebihan, dan gunakan kelebihan diri utk memberi manfaat. Dengan begitu, kepercayaan diri akan menjadi energi positif yg tidak hanya mengangkat diri sendiri, tetapi juga memb...