Sabtu, 03 Desember 2016

KHUTBAH JUMAT

(Dikutip dari khutbah jumat, 25 Nopember 2016 di Masjid At Taqwa Solo Kec. Angkona Kab. Luwu Timur).


Agama Islam mengajarkan kepada ummatnya, agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan, walaupun secara lahiriah kadang kala hidup ini dilanda dengan perselisihan dan pertentangan, yang seakan-akan sulit untuk diwujudkan kerukunan dan persatuan serta persaudaraan antar sesama. Akan tetapi sesungguhnya manusia menurut hakikatnya adalah umat yang terpadu dan bersatu, saling bekerja sama dan saling membantu. Perlu kita hayati bersama bahwa persatuan dan kesatuan merupakan perwujudan dari sikap kebersamaan dan kegotong-royongan, dan kebersamaan itu muncul dari sikap toleransi dan saling menghormati antar sesama. Ibarat sebuah bangunan, ada yang jadi pondasinya, ada yang jadi dindingnya, ada yang jadi pintu dan jendelanya, juga ada yang jadi atap/gentengnya, dan lain sebagainya. Yang jelas, itu semua dalam bentuk satu kesatuan sebuah bangunan yang kokoh, meskipun berbeda-beda status dan fungsinya, ada yang jadi pejabat ada yang jadi rakyat biasa, menjadi pegawai, petani, pedagang, politikus dan sebagainya, itu membentuk satu bangunan yang jika saling menopang maka akan kokohlah bangunan itu, jika semua saling menopang maka persatuan dan kedamaian akan tercipta, semua itu diupayakan agar kehidupan ini penuh dengan suasana kerukunan, kedamaian. Karena bagaimanapun kita semua tetap saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya. تَفَرَّقُواْ وَلاَ جَمِيعاً اللّهِ بِحَبْلِ وَاعْتَصِمُواْ “Berpegang teguhlah kamu sekalian pada agama Allah dan janganlah kamu bercerai berai”.
Dalam menjalani hidup berbangsa dan bernegara dalam kemajemukan umat ini, modal utama kekuatan bangsa, baik secara umum maupun secara khusus di samping keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, adalah persatuan dan kesatuan dalam suasana yang penuh keharmonisan. Yang dalam al-Qur’an digarisbawahi dengan kata Ummatan Wakhidatan yaitu umat yang jadi satu dan bersatu, hal ini merupakan konsekuensi logis dan sangat penting bagi sebuah perjuangan bangsa. Sebesar apapun kekuatan bangsa ini, sebanyak apapun jumlah pendukdunya, kalau tidak dilandasi dengan rasa persatuan dan kesatuan, niscaya semua itu tidak akan ada artinya.
Allah SWT tidak melarang hambanya untuk berbuat kebaikan dan keadilan dan juga bekerjasama dengan siapa saja, meskipun itu berbeda keyakinan dan agamanya, asalkan toleransi itu masih pada koridornya, toleransi ini demi terwujudnya kehidupan yang rukun dan damai. Dalam al-Qur’an surat al-Mumtahanah ayat 8 dijelaskan;

“Allah tidak melarang kamu semua untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama, dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”

Perlu kita sadari bahwa rasa toleransi dan saling menghormati antar sesama itu merupakan perwujudan dari sikap keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan merupakan sebuah perjuangan amaliah, yaitu;
النَّاسِ مِنَ وَحَبْلٌ اللهِ مِنَ حَبْلٌ. Oleh karena itu, untuk menjaga kondisi yang baik dan harmonis ini, perlu kita ciptakan sikap saling menghormati, yang didasari oleh rasa persatuan dan persaudaraan. Marilah kita jaga keutuhan dan kelestariannya jangan sampai mudah terpancing oleh orang-orang yang menginginkan perpecahan dan permusuhan, yang tujuannya hanya mencari kemenangan bukan untuk meluruskan kebenaran. Dan Semoga Allah SWT mengangkat kita semua dengan keagungan agama Islam, untuk menjadi umat yang bersatu dalam naungan rasa persaudaraan, menuju kehidupan yang damai dan makmur. Amin Ya Robbal ‘Alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar